Saturday, October 17, 2020

Sifat-Sifat Keperiodikan Unsur

  

SIFAT-SIFAT KEPERIODIKAN UNSUR


Sebelum belajar, kalian mengerjakan prites terlebih dahulu ya...

Link Prites Klik Disini


Materi Sifat-sifat Keperiodikan Unsur

Tabel SPU

Atom merupakan bagian terkecil dari unsur, sehingga dapat disimpulkan bahwa sifat suatu unsur ditentukan oleh keadaan dari atom-atom penyusun unsur tersebut. Atom tersusun dari inti atom (proton dan neutron) yang dikelilingi oleh elektron. Unsur-unsur dalam satu golongan mempunyai elektron valensi yang sama, sedangkan unsur-unsur dalam satu periode mempunyai elektron valensi yang menghuni kulit yang sama. Maka sifat-sifat unsur mempunyai hubungan dengan konfigurasi elektron, dimana unsur-unsur dengan konfigurasi elektron yang mirip akan mempunyai sifat yang mirip. Sifat-sifat yang terlihat dalam tabel periodik unsur yaitu:

1. Jari-jari Atom

Jari-jari atom merupakan jarak dari pusat atom (inti atom) sampai kulit elektron terluar yang ditempati elektron dan menunjukkan ukuran suatu atom. 
Panjang pendeknya jari-jari atom ditentukan oleh 2 faktor, yaitu:
1) Jumlah kulit elektron 
Semakin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom, maka jari-jari atomnya makin panjang. 

2) Muatan inti atom 
Bila jumlah kulit dari dua atom sama banyak, maka yang berpengaruh terhadap panjangnya jari-jari atom adalah muatan inti atom. Semakin besar muatan intinya, gaya tarik inti atom terhadap elektron lebih kuat sehingga semakin pendek jari-jari atomnya. 

Berikut gambar dan tabel ukuran atom dalam Tabel Periodik Unsur: 

tabel ukuran atom

tabel ukuran atom

Dari gambar dan tabel tersebut, terlihat bahwa: 
  • Dalam satu golongan semakin ke bawah, periode( jumlah kulit) bertambah, meskipun dalam hal ini jumlah muatan inti semakin banyak tetapi pengaruh bertambahnya jumlah kulit lebih besar daripada pengaruh muatan inti. Akibatnya jarak elektron kulit terluar terhadap inti makin jauh (panjang). 
  • Dalam satu periode semakin ke kanan, jumlah kulit elektronnya tetap tetapi muatan inti (nomor atom) dan jumlah elektron pada kulit semakin bertambah. Akibatnya, gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kuat sehingga menyebabkan jarak elektron kulit terluar dengan inti semakin dekat (pendek). 
kesimpulan jari-jari atom

Perhatikan contoh soal berikut ini!


2. Energi Ionisasi

 Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam wujud gas untuk melepas suatu elektron paling luar (yang terikat paling lemah) membentuk ion positif. Semakin mudah melepas elektron, maka energi ionisasi semakin kecil. Sebaliknya semakin sukar elektron terlepas dari atom, maka semakin besar energi ionisasinya, 

Energi ionisasi pertama atom unsur-unsur golongan utama dapat dilihat pada tabel:
tabel energi ionisasi

Hubungan energi ionisasi dengan nomor atom unsur-unsur digambarkan pada grafik:

grafik energi ionisasi

Dari tabel dan grafik tersebut terlihat bahwa:

  • Dalam satu golongan semakin kebawah, jari-jari atom semakin besar (elektron valensinya semakin jauh dari inti), akibatnya elektron valensinya semakin mudah dilepas. 
  • Dalam satu periode dari kiri ke kanan cenderung mencapai kestabilan (mempunyai 8 elektron valensi). Golongan I,II, dan III cenderung melepaskan elektron sedangkan golongan V,VI, dan VII cenderung menerima elektron. 

kesimpulan energi ionisasi

Perhatikan contoh soal berikut ini!


3. Afinitas Elektron

 Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dihasilkan atau dilepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron. Afinitas elektron dapat digunakan sebagai ukuran mudah tidaknya suatu atom menangkap elektron. Semakin besar energi yang dilepas (afinitas elektron) menunjukkan bahwa atom tersebut cenderung menarik elektron dan menjadi ion negatif. 

Berikut merupakan gambar dan grafik afinitas elektron beberapa unsur: 

tabel afinitas elektron


Berdasarkan tabel dan grafik diatas, terlihat bahwa:
  • Dalam satu golongan, muatan inti bertambah positif, jari-jari atom makin besar, dan gaya tarik inti terhadap elektron yang ditangkap makin lemah, akibatnya afinitas elektron berkurang. 
  • Dalam satu periode, muatan inti bertambah positif sedangkan jumlah kulit tetap menyebabkan gaya tarik inti terhadap elektron yang ditangkap makin kuat, akibatnya afinitas elektron cenderung bertambah.
kesimpulan afinitas elektron

Perhatikan contoh soal berikut ini!


4. Keelektronegatifan

 Keelektronegatifan atau elektronegatifitas adalah kecenderungan suatu atom dalam menarik pasangan elektron yang digunakan bersama dalam membentuk ikatan. Harga keelektronegatifan bersifat relatif (berupa harga perbandingan suatu atom terhadap atom yang lain). 

Berikut merupakan gambar data skala kuantitatif menurut Pauling :

tabel keelektronegatifan

Semakin besar harga keelektronegatifan suatu atom, semakin mudah bagi atom tersebut untuk menarik pasangan elektron ikatan, atau gaya tarik elektron dari atom tersebut semakin kuat. Dengan demikian, pola kecenderungannya akan sama dengan afinitas elektron.

Keelektronegatifan mempunyai makna yang berlawanan degan energi ionisasi, sebab semakin mudah suatu atom melepaskan elektron berarti semakin sukar dalam menarik elektron, dan sebaliknya. Skala keelektronegatifan tidak mempunyai satuan sebab harga ini didasarkan kepada gaya tarik suatu atom pada elektron, relatif terhadap gaya tarik atom lainnya pada elektron. 

kesimpulan keelektronegatifan

Perhatikan contoh soal berikut ini!



Sekarang coba kerjakan soal berikut pada buku kalian masing-masing dengan mengikuti semua contoh soal diatas!

Untuk menguji kemampuan kalian, silahkan jawab pertanyaan postes berikut ini ya...



Sebelum meninggalkan Media Pembelajaran ini, kalian jangan lupa mengisi reskon kalian dalam menggunakan media ini ya,,,
Untuk link nya ada dibawah ya,,,


Terimakasih❤

Dibuat Oleh: Lumayan Sinaga

KESTABILAN UNSUR

 

"KESTABILAN UNSUR"

Tonton terlebih dahulu video berikut ya...

    Sebelum belajar materi kestabilan unsur, kalian mengerjakan pretest terlebih dahulu pada link di bawah ya...

    Pada subbab kestabilan unsur, kita akan mempelajari kestabilan unsur gas mulia, cara atom-atom lain mencapai kestabilan seperti atom-atom unsur gas mulia, dan simbol Lewis yang akan memudahkan kita untuk mempelajari ikatan kimia.
1. Kestabilan Unsur Gas Mulia
    Atom-atom dapat dikelompokkan menjadi atom logam, non logam, semi logam, dan gas mulia. Atom-atom gas mulia bersifat stabil, sedangkan atom-atom lainnya bersifat tidak stabil. Atom-atom gas mulia bersifat stabil karena kulit terluarnya terisi penuh oleh elektron. Perhatikan tabel konfigurasi elektron gas mulia dibawah.

    Dari tabel tersebut, terlihat bahwa kulit terluar atom-atom gas mulia terisi penuh oleh 2 elektron (untuk He) dan 8 elektron (untuk atom gas mulia lainnya). Susunan elektron gas mulia disebut susunan duplet (untuk He) dan susunan oktet (untuk gas mulia selain He). Perhatikan tabel beberapa contoh konfigurasi elektron bukan gas mulia berikut.
     Kulit terluar pada atom-atom logam dan nonlogam tidak terisi penuh, itulah sebabnya atom-atom tersebut bersifat tidak stabil. Unsur-unsur lain (kecuali unsur gas mulia) untuk mencapai kestabilan dengan membentuk ikatan kimia melalui serah terima elektron yang akan kita bahas di point selanjutnya. Contoh Soal :



2. Cara Atom-Atom yang Tidak Stabil Mencapai Kestabilannya
    Konfigurasi gas mulia dapat dicapai oleh suatu atom dengan berbagai cara sebagai berikut:
a. Melepaskan Elektron
    Atom-atom unsur yang memiliki elektron valensi dalam jumlah sedikit dalam membentuk suatu senyawa, misalnya unsur-unsur golongan IA, IIA, dan IIIA cenderung mengikuti kaidah oktet dengan cara melepaskan elektron untuk membentuk ion positif. Unsur-unsur ini merupakan unsur-unsur logam (unsur elektropositif). Atom-atom yang melepaskan elektron akan berubah menjadi ion positif atau kation. Contoh Soal: 



b.          b. Menangkap Elektron

    Atom-atom unsur yang memiliki elektron valensi dalam jumlah banyak dalam pembentukan suatu senyawa, misalnya unsur-unsur golongan IV, VA, VIA, dan VIIA memiliki kecenderungan mengikuti kaidah-kaidah oktet dengan cara menerima elektron untuk membentuk ion negatif. Unsur-unsur yang cenderung membentuk ion negatif disebut elektronegatif. Unsur-unsur ini merupakan unsur-unsur non logam (unsur elektronegatif). Atom-atom yang menerima elektron akan berubah menjadi ion negatif atau anion. Contoh soal:




       

3. Lambang Lewis

  G.N. Lewis telah memperkenalkan suatu metode yang simpel tetapi dapat digunakan untuk menjelaskan cara penyusunan elektron valensi dalam molekul. Metode ini menggunakan titik (•), kadang-kadang juga digambarkan dengan silang (x) untuk menggambarkan jumlah elektron valensi. Lewis menggambarkan suatu unsur terdiri atas lambang kimia dikelilingi oleh sejumlah titik atau silang yang melambangkan elektron valensinya. Jika lambang unsur dimisalkan X, lambang lewis untuk unsur golongan utama adalah sebagai berikut.

Langkah-langkah membuat lambang Lewis adalah sebagai berikut:

1.   Tentukan elektron valensinya melalui konfigurasi elektron.

2.      Tuliskan simbol atomnya.

3.  Tempatkan titik mengelilingi simbol atomnya maksimum sampai dengan 4 titik. Titik selanjutnya ditempatkan berpasangan dengan titik sebelumnya. 

        Setiap titik mewakili satu elektron yang ada pada kulit terluar atom tersebut. Tanda titik (•) bisa diganti tanda silang (x). lingkaran (°), dan sebagainya.

Contoh Soal:



    
 
   Untuk menguji pemahaman anda tentang materi kestabilan unsur, silahkan kerjakan postes yang ada di link berikut ya...

   Setelah mengerjakan postes kestabilan unsur, silahkan isi respon anda pada link dibawah ya...



Have a nice day...
Dibuat Oleh: Yessi Srimonika Sipayung